Kamis, 27 Desember 2012



Cut Off Sentral Gambir Tandem

Sentral Gambir Tandem dioprerasikan pada tanggal 9 Maret 1993 dengan kapasitas Cirkuit Trunk  ( CCT ) 42.873 CCT  ditempatkan di gedung-B lantai-2 Arnet Gambir.Pada saat dioperasikan di area Gambir terdapat Sentral Telepon Otomat ( STO) GB1A dan GB1B dengan jenis Sentral Anolog EMD, Sentral PRX GB1C ,Sentral EWSD GB1E dan GB1F

Dengan beroperasinya sentral GBTD, Sentral Interface yang berfungsi sebagai perangkat Circuit Trunk analog otomatis dimatikan, Perangkat penanda waktu 103 yang semula di kelola oleh personal LDS ( Long Distance Subcriber ) juga dialihkan ke GBTD dan Operator SLJJ ( 100) ,147 dan 108 yang semula dari sentral Analog EMD dialihkan ke GBTD juga Sentral GBTD difungsikan sebagai sentral Transit menggantikan Sentral PRX. GB1C. yang berfungsi sebagai sentral Combaine


Pada tanggal 31 Oktober 2012 jam 13:30 WIB Deputy EGM INFRATEL
ENDI FITRI HERLIANTO, IR.MENG beserta Jajarannya dengan didampingi GM Netre Jakarta beserta Jajarannya dan Koordinator  Arnet Gambir Dwi Ari Adi beserta jajaranya dalam acara yang sangat sederhana berkumpul dan bergabung dalam rangka Cut Off Sentral Tandem . 

Sehubungan Program Cost Efisiensi Daya Netre Jakarta dan Program Power Off Sentral Gambir Tandem, maka sejak bulan ……. 2012 sampai dengan akhir Oktober 2012 telah dilaksanakan pekerjaan CO secara bertahap antara lain
STP Cibinong ( CIB) dan STP. Cikarang ( CIK ) ke OLO Bakri Telekomunikasi (BTEL), Indosat (ISAT) dan Mobil 8. juga ke Jaringan Telephon FLEXI yaitu MSC.Kota, MSC.Kebayoran dan MSC. Semanggi, serta sentral Serang, Bogor. Krawang dan purwakarta untuk menghubungi operator 100, supaya operator mengenali pelanggan dari Serang atau kota lainnya digits dimodifikasi, Pengalihan koneksi  yang semula ditangani oleh Sentral GBTD telah di CO ke Sentral SoftSwich Jatinegara ( JK1G dan JK2G), dengan demikian maka telah dilaksanakan secara bertahap power off  untuk Air Conditioner /AC sebanyak   unit dengan berbagai daya (pk). 
 
   
Demikian informasi yang dapat disampaikan dari Arnet Gambir…


Senin, 30 Juli 2012

 Sentral Telex  Jasamu Dulu


  •        Banyak kenangan yang telah ditorehkan buat kawan-kawan pengelola sentral Telex dari awal sampai tahapan perkembangan demi perkembangan yang akhirnya sampai puncaknya dan sesuai hukum alam akhirnya kembali tiada.Banyak cerita gelaktawa para pengelolanya tapi cerita akhirnya tiada, sebagai kenangan kami memberanikan diri untuk memberikan sebuah kenangan akhir dari riwayatmu Sentral Telex ditahun 2010 selamat tinggal Telex dan bagaimana selanjutnya Tetap Hidup Riwayatmu tetap semangat buta ex pengelolanya.

Senin, 23 April 2012


Fiture CLIP dan LACAK

Kebanyakan dimasyarakat belum mengetahui kalau telepon kabel ( telepon rumah ) dapat menampilkan nomor pemanggilnya ( Caller ID ) tentunya bagi kita sudah tidak asing lagi, caranya tentu sangat mudah dan murah dengah berlangganan Fiture CLIP dan membeli pesawat telephon yang ada fasilitasnya Callet ID.Untuk berlangganan tiap bulanya sangat terjangkau, dibanding dengan manfaatnya yang kita dapatkan, memang dalam kenyataan sehari-hari kita banyak menggunakan telepun mobil tetapi dalam momen tertentu telepon kabel juga sangat perlu. Dalam penggunaan fiture CLIP ini dalam kondisi normal /biasa fiture ini sekalu terpasang apabila ada CALL telepon selalu menampilkan pemanggilnya, dalam kondisi biasa mungkin tidak begitu penting tetapi kalau kondisi kusus pastilah sangat penting, contohnya ada yang call berulang-ulang tetapi tidak mau bicara waktunya larut malam atau kapan sajalah itu sangat mengganggu apalagi dalam hal khusus disertai teror atau acaman dengan asumsi penelpon tidak tau kalau nomornya bisa terlihat. Dalam kondisi tertentu nomor pemanggilnya tindak dapat tampil tetapi tidak menteror atau mengancap ini jadi kendala
tetapi kalau disertai teror dan ancaman tentu kita harus melapor pihak yang berwajib.

Fiture LACAK ( Call Forwarding ) ada tiga macam atau kondisi yang pertama kodisi kalau di call langsung pindah ke nomor yang dilacakkan, yang kedua kalau sedang sibuk dicall baru pindah ke nomor yang dilacakkan dan yang ketiga berkerja apabila nomor tesebut di call tetapi tidak di angkat atau kabelnya terputus, tetapi apabila ketiga-tiganya terpasang yang berpungsi hanya yang pertama.Sedangkan yang di pasang pada pelanggan yang berlangganan hanya fiture type pertama yaitu langsung dilacakkan,untuk type yang kedua dan ketiga biasanya untuk keperluan trafik atau mail box.Dalam hal pemasangan fiture Lacak didalam telepon rumah sangat berguna untuk kepentingan tertentu, contohnya apabila rumah sedang kosong ditinggal pergi kerabat atau saudara yang call kerumah dapat langsung diterima di tempat kita berada,atau pihak tertentu yang punya tujuan tidak baik disangka rumah tidak kosong. …...bersambung

 


Generasi ke 3 ( tiga ) Media untuk Bkup Software dan database Sentral


Latar Belakang

-BKUP merupakan salah satu kegiatan pemeliharaan sofeware yang harus dilakukan pada setiap sentral. 2 Mingguan dan 3 bulanan.

-Media yang digunakan untuk menyimpan data backup system sentral adalah Magnetic Tape (MT) 9-Track , DAT ( CardTride)dan CDS / DVD

-Generasi pertama (1) menggunakan Magnetic Tape ( MT )

-Generasi kedua (2) Menggunakan DAT ( Digital Audio Tape)

-Generasi ketiga (3) Menggunan CDs (Compact Disk) / DVDs



Masalah

Ketiadaan MT ( Magnetic Tape ) dan DAT sebagai media untuk menyimpan data data backup sentral yang senantiasa digunakan kelangkaan/ ketidak tersediaannya dipasar sudah sulit didapatkan walaupun ada jumlahnya tidak mencukupi dan harganya cukup mahal. Kondisi yang sulit seperti ini harus dapat diatasi dengan cepat dan dengan harga yang lebih murah keamanannya dan juga kecepatannya harus lebih baik. Dengan perkembangan teknologi internet (TI ) saat ini kendala seperti ini bukanlah hal yang sulit , dengan bekerja sama dengan salah satu vendor pengkajian, percobaan dan pemasanganya dilakukan untuk dapat mengatasi kendala itu yaitu dengan mempergunakan CDs.

Magnetic Tape (MT), dan DAT sudah langka dipasaran Tape Drive yang berada di sentral juga sudah cukup lama dipergunakan, selain itu sudah terdatapat teknologi internet berupa server CDs yang mampu menggantikan teknologi yang terdahulu, keberadaan CDs/DVD cukup banyak dan murah di pasaran.




Gambar 1 : Generasi pertama (1) menggunakan Magnetic Tape ( MT )




Gambar 2 : Generasi kedua (2) Menggunakan DAT ( Digital Audio Tape)







Gambar 3 : -Generasi ketiga (3) Menggunan CDs (Compact Disk) / DVDs



SOLUSI

  1. Mengilangkan penggunaan MT dan DAT yang sangat banyak sulit di dapatkan dan harganya cukup mahal dapat diganti dengan CDs yang harga cukup murah.
  2. Efisiensi tenaga dan biaya karena tidak perlu lagi petugas sentral pada pelaksanaan Bkup datang ke lokasi sentral yang cukup banyak jumlahnya.
  3. Data sangat aman terhadap kemungkinan rusak atau hilang dijalan saat membawa ke tepat penyimpanan..
  4. Data aman karena tersimpan berupa file-file di server yang bisa di copykan sewaktu-waktu ke media CDs..





Kesimpulan/ Rekomendasi

  1. Penggunaan CDs / DVD menggantikan MT dan DAT sangat tepat untuk efisien.
  2. Dengan CDs data lebih aman karena tersimpan berupa file-file di server.
  3. Di tempat lain sentral yang belum menggunakan CDs untuk menggunakanya.
  4. Dengan satu CDs/ DVD dapat menggantikan banyak MT/ DAT.
  5. Tidak ketinggalan teknologi.


Rabu, 28 Januari 2009

Sentral 5ess

SENTRAL 5ESS
4.1. Pengenalan Sentral 5ESS
Electronic Switch System Generation 5 (Sentral 5ESS) adalah suatu sistem sentral digital dengan pemrosesan dan pelaksanaan switching terhadap call secara terdistribusi. Pemrosesan call secara terdistribusi artinya semua fungsi pemrosesan terhadap sebuah call tidak dilakukan oleh sebuah prosesor saja, tetapi oleh banyak prosesor yang tersebar di seluruh sistem dan didukung oleh sebuah prosesor sentral. Prosesor-prosesor tersebut akan memutuskan dan melaksanakan setiap langkah yang harus dibuat dalam rangka memproses sebuah call.
Call processing, self-maintenance dan pengetesan dilaksanakan secara sendiri-sendiri di dalam masing-masing modul, sedangkan prosesor-prosesor tersebut di atas akan saling berkomunikasi dengan menggunakan internal digital network yang menghubungkan modul-modul tersebut satu sama lain.

4.2. Arsitektur Sentral 5ESS

Hardware pada Sentral 5ESS dirancang secara modular. Pada level paling bawah terdapat circuit pack individual. Selanjutnya, terdapat unit-unit dimana beberapa circuit pack dikelompokkan bersama untuk melakukan fungsi-fungsi spesifik. Unit-unit hardware dikelompokkan untuk membentuk modul-modul. Unit-unit di dalam sebuah modul bekerja sama untuk melakukan fungsi-fungsi spesifik. Pada akhirnya, semua modul-modul yang berbeda dikelompokkan bersama untuk membentuk sentral.
Dengan disain modular ini, sentral dapat disesuaikan untuk berbagai aplikasi. Di dalam sebuah unit, circuit pack yang berbeda dapat dilengkapi untuk membuat unit yang kompatibel dengan berbagai sistem pensinyalan, dan sebagainya. Ada banyak unit yang digunakan di sentral didisain untuk dapat berfungsi dengan kemampuan Integrated Service Digital Network (ISDN). Sebagian besar dari unit-unit tersebut dapat diperlengkap dengan konfigurasi dasar untuk melayani sentral kecil. Apabila sentral berkembang, unit-unit dapat pula berkembang untuk memenuhi permintaan baru dari sentral.

Gambar 4.1.

Gambar 4.1. merupakan gambaran konseptual dari hardware-hardware sentral 5ESS. Sentral 5ESS didesain secara modular. Hardware Sentral 5ESS dibedakan menjadi tiga modul fungsional. Ketiganya adalah Switching Module (SM), Communication Module (CM), Administrative Module (AM).
4.2.1. Switching Module (SM)
SM terdiri dari unit perangkat yang terdistribusi secara modular yang melaksanakan fungsi-fungsi utama berikut :

a. Menerima sinyal, baik analog maupun digital, dari saluran pelanggan (line) dan trunk, kemudian mengubahnya ke dalam format digital yang digunakan oleh sentral.

b. Melaksanakan 90% dari fungsi call processing dan pemeliharaan sirkit pada sentral, antara lain :
§ Pendeteksian saluran pelanggan dan trunk.
§ Pembangkitan tone.
§ Analisis digit.
§ Alokasi routing.
§ Proses switching, baik circuit-switching maupun packet-switching.
§ Penyediaan pensinyalan dan layanan sirkit.
§ Pemberian announcement.
§ Pengawasan terhadap call progress.

Sebuah sentral 5ESS dapat mempunyai maksimal 192 SM Klasik. Masing-masing SM Klasik dapat meng-handle sebanyak 5120 saluran pelanggan atau 500 trunk, atau kombinasi dari keduanya. Akan tetapi SM2000 yang baru dapat meng-handle lebih dari 25.000 saluran pelanggan atau sekitar 3600 trunk. Jumlah maksimum SM2000 yang dapat dipunyai oleh sebuah sentral tergantung pada pertimbangan-pertimbangan rekayasa (engineering).

4.2.1.1. Jenis-jenis Switching Module
Jenis-jenis Switching Module adalah sebagai berikut :
a. LSM (Local Switching Module) – SM jenis ini adalah SM yang mencatu saluran pelanggan, trunk, dan pengguna-pengguna ISDN (Integrated Service Digital Network). LSM biasanya disebut cukup hanya dengan SM saja, dan untuk seterusnya LSM akan disebut sebagai SM saja.
b. HSM (Host Switching Module) – Jenis SM ini adalah SM yang selain berfungsi seperti LSM biasa, serta mempunyai fungsi lain yaitu sebagai interface antara CM dengan sebuah RSM atau lebih.
c. RSM (Remote Switching Module) – SM jenis ini adalah SM yang didisain khusus untuk melayani suatu lingkungan yang terlalu kecil jika hendak dilayani oleh sebuah sentral 5ESS. RSM ditempatkan di daerah remote dan disambungkan ke sentral dengan menggunakan interface HSM.
RSM dapat ditempatkan sejauh 242 km dari sentral induk (host). Maksimal 4 buah RSM dapat diinterkoneksi satu sama lain untuk melayani 16.000 saluran pelanggan, 2000 trunk, atau kombinasinya.
RSM mempunyai kemampuan untuk berdiri sendiri secara penuh terpisah dari host (stand-alone), termasuk trunking secara langsung ke sentral lain, dan dapat digunakan secara sendiri-sendiri ataupun dikelompokkan ke dalam suatu cluster.
d. PSM (Position Switching Module) – SM jenis ini adalah SM yang mencatu OSPS (Operator Service Position System).

4.2.1.2. Komponen-Komponen Switching Module
Komponen-komponen dari SM dapat dikelompokkan sebagai berikut :
a. Control Units – yang mengontrol semua aktivitas di dalam SM, seperti fungsi-fungsi call processing dan maintenance.
b. Peripheral Units – yang melaksanakan fungsi-fungsi pengetesan serta merupakan akses bagi saluran-saluran pelanggan maupun sentral lain ke digital networkn di dalam 5ESS.
Terdapat 2 jenis peripheral units, yaitu :
c. Peripheral Interface Units – yang merupakan interface bagi data paket, saluran-saluran pelanggan analog maupun digital, serta trunk-trunk menuju ke sentral 5ESS ini.
d. Peripheral Service Units – yang memberikan fungsi-fungsi pendukung antara lain perangkat untuk berbagai macam testing serta multiport circuit untuk conference call.

4.2.2. Communication Module (CM)
Arsitektur pemrosesan terdistribusi (distributed processinbg) dari sentral
5ESS menyebabkan informasi harus senantiasa saling dipertukarkan antara
prosesor yang satu dengan yang lain. CM dalam hal ini merupakan hub (titik
temu) bagi semua komunikasi antar modul tersebut.
4.2.2.1. Fungsi Communication Module
CM mempunyai 4 macam fungsi utama, yaitu :
a. Call Switching – CM meng-interkoneksi path-path antar modul untuk men-set telephone call dan untuk melewatkan data.
b. Message Switching – CM menyediakan path untuk mengirimkan informasi antar prosesor dalam rangka pemrosesan call, melakukan recording terhadap data tertentu, dan untuk melaksanakan tugas-tugas system.
c. Network timing – CM membangkitkan timing dan sinkronisasi yang akurat bagi sentral 5ESS.
d. Normal pump – CM berisi resources yang digunakan untuk melakukan pump secara cepat program-program di dalam SM jika diperlukan.
4.2.2.2. Komponen-Komponen Utama Communication Module
Semua versi CM terbagi menjadi 2 unit fungsional, yaitu MSGS (Message
Switch) dan TMS (Time – Multiplexed Switch). MSGS dan TMS masing-masing
terdiri dari 2 subunit. Keempat fungsi utama CM dilaksanakan oleh keempat
hardware subunit tersebut, yaitu :
a. MSGS :
MSCU (Message Switch Control Unit)
MSCU melakukan kontrol terhadap MSPU. MSCU melewatkan
informasi kontrol ke/dari AM dan unit-unit CM yang lain. MSCU
juga mengintrepretasikan kode destinasi dari control time slot
(CTS) yang datang dari SM-SM. MSCU mengarahkan aliran
informasi antara prosesor di AM dengan yang di SM-SM.
MSPU (Message Switch Peripheral Unit)
MSPU memproses CTS dalam rangka men-switch control message
ke AM atau ke SM-SM. MSPU dapat dianggap sebagai sederetan
mailbox dimana message-message akan disimpan di dalamnya sebelum disalurkan ke tujuannya. Masing-masing SM mempunyai tempat sendiri-sendiri di MSPU tersebut, dan CTS ditransfer di bawah kontrol MSCU.
b. TMS :
CMCU (Communication Module Control Unit)
CMCU memberikan timing bagi sistem serta melakukan kontrol
terhadap TMS. CMCU juga menyediakan path antara TMS dengan
AM, dengan MSCU, dan dengan MSPU.
TMSU (Time-Multiplexed Switch Unit)
TMSU menterminasi NCT Link serta men-switch baik data time
slot maupun CTS dari NCT link yang satu ke NCT link yang lain. Unit-unit di dalam TMS-lah yang benar-benar melaksanakan switching terhadap call-call dari satu SM ke SM yang lain.
Karena adanya path-path yang saling interkoneksi, semua bagian CM adalah
sama pentingnya. Oleh sebab itu semua bagian dari CM terduplikasi.
4.2.2.3. Jenis-Jenis Communication Module
Terdapat 4 jenis CM yang digunakan di lapangan, yaitu :
a. CM1 – Ini adalah jenis CM yang paling awal. CM1 bekerja seperti CM2. CM1 terdiri dari 4 kabinet. CM1 sangat terbatas kapasitasnya dan hampir telah diganti dengan CM2 di semua tempat.
b. CM2 – Jenis yang paling umum saat ini, dapat mempunyai maksimum 192 SM Klasik, atau campuran antara SM Klasik dengan SM2000. CM2 terdiri dari minimum 2 kabinet dan dapat dikembangkan sampai dengan maksimal 12 kabinet sesuai kebutuhan.
c. CM2 dengan QLPS (Quad Link Packet Switch) – Adalah modifikasi dari CM2 dengan kapasitas kontrol message yang bertambah besar. CM jenis ini digunakan untuk sentral-sentral yang mempunyai SM2000 dengan load yang besar. CM ini hampir identik dengan CM2, hanya memerlukan beberapa unit tambahan pada kabinetnya.
d. CM2C – Unit ini diperuntukkan khusus untuk aplikasi sentral kecil dan hanya dapat mempunyai sejumlah SM yang terbatas. CM2C terdiri dari 2 shelf, dan dapat ditempatkan pada kabinet SM.

4.2.3. Administrative Module (AM)
AM merupakan unit di dalam sistem yang mempunyai kontrol menyeluruh terhadap seluruh operasi sentral. AM mengontrol CM dan berkomunikasi dengan semua SM (melalui CM). AM memonitor terjadinya malfunction pada dirinya sendiri serta pada CM. Jika terjadi suatu problem, maka problem tersenut akan dilaporkannya ke petugas maintenance.
4.2.3.1. Fungsi-Fungsi Utama Administrative Module
Fungsi-fungsi utama AM adalah sebagai berikut :
a. Call routing, baik antarmodul maupun intermodul.
b. Mengontrol jaringan.
c. Memproses data administratif.
d. Menyediakan interface sistem operasi (antara manusia dengan perangkat
sentral).
e. Pemeliharaan sistem : diagnosis, rekonfigurasi dan inisialisasi.
4.2.3.2. Komponen-Komponen Administrative Module
Terdapat 5 unit yang berlokasi di dalam AM, yaitu :
a. CU (Control Unit)
Control Unit (CU) terdiri dari CC (Central Control) dan MM (Memory Module).
CC mempunyai 6 fungsi utama, yaitu :
b. Mengeksekusi program – CC berisi rangkaian-rangkaian logika yang mengeksekusi instruksi langkah demi langkah untuk mengontrol operasi AM Processor.
c. Mengeksekusi program request – CC me-respond permintaan dari SM maupun dari petugas maintenance untuk mengeksekusi suatu program.
d. Memproses data administratif – CC meng-compile informasi report serta mencetaknya secara berkala.
e. Memonitor operasi sistem – CC memelihara suatu file data tentang status dari semua equipment 5ESS serta daftar unit-unit yang OOS (Out-Of-Service).
f. Meng-update CU yang duplikat – CC berkomunikasi dengan CU duplikat yang STANDBY untuk menjaga agar memorinya tetap up-to-date.
g. Mengelola transfer data – CC mengontrol transfer memori antara memorinya, disk, serta mikroprosesor yang meng-handle peripheral unit di dalam IOP.
MM menyimpan instruksi-instruksi program dan datanya. MM menyimpan instruksi-instruksi serta data lain yang diperlukan oleh prosesor untuk memproses call, meng-collect informasi administrative, serta untuk melakukan maintenance terhadap sistem secara keseluruhan.
1. IOP (Input / Output Processor)
IOP mengontrol transfer data antara AM dengan perangkat-perangkat eksternal. Perangkat eksternal tersebut dapat berupa video display, printer, tape unit, serta remote OMC (Operation and Maintenance Center). Adanya link ke remote OMC memungkinkan pengawasan secara otomatis terhadap operasi 5ESS dari tempat remote secara terpusat.
a. Disk Unit
b. Tape Unit
c. MCC (Master Control Center)
Disk unit, tape unit dan MCC, disebut sebagai Komponen-komponen Peripheral dari AM.
4.2.3.3. Fungsi Komponen Peripheral Dari Administrative Module
a. SCSI Disk Unit
Fungsi dari SCSI disk unit adalah sebagai berikut :
1. Menyimpan copy dari software yang digunakan di dalam 5ESS. Jika data di dalam MM hilang, data tersebut dapat diperoleh kembali dari disk copy ini.
2. Menyimpan data konfigurasi hardware. Informasi tersebut di antaranya mendefinisikan konfigurasi hardware, port-port terminasi dari line serta trunk.
3. Menyimpan data billing. SCSI disk mempunyai daerah temporer untuk data billing. Data tersebut disimpan sampai pada saat di-dump ke tape.
b. Tape Unit
Tape unit merupakan suatu backup terhadap informasi yang disimpan di dalam disk. Tape unit yang digunakan dapat berupa suatu tape drive 9 track untuk komputer konvesional, ataupun suatu Digital Audio Tape (DAT).
Data dapat ditransfer dari tape ke disk unit atau sebaliknya. Software release dan data sentral selalu di-backup di tape. Data billing juga disimpan di dalam tape untuk diproses lebih lanjut oleh SISFO.
c. Master Control Center (MCC)
AM senantiasa menyimpan record yang up-to-date tentang operasi system dan senantiasa mengetahui status semua hardware di seluruh sistem. Informasi ini akan dapat dilihat oleh petugas maintenance melalui suatu human / machine interface yang disebut MCC (Master Control Center).
MCC adalah alat kerja yang utama bagi petugas maintenance. MCC menggunakan terminasi color video display sebagai perantara untuk mengetahui kondisi system. Dalam sentral yang kecil, mungkin hanya terminal MCC saja yang ada, tetapi sentral-sentral yang besar kemungkinan akan dibutuhkan lebih banyak terminal tambahan serta printer. Dengan memasukkan poke commands yang dapat dipilih dari menu yang tersedia, petugas maintenance dapat mendiagnosa perangkat, me-remove perangkat tersebut dan me-restore-nya kembali, men-tes saluran dan trunk, serta memodifikasi database / feature bagi pelanggan.
Fungsi utama dari MCC adalah menyediakan hal-hal sebagai berikut :
1. Memberikan display tentang status dari sistem serta informasi alarm
2. Merupakan alat untuk mengontrol, men-test, serta melakukan rekonfigurasi terhadap sistem
3. Merupakan alat untuk melakukan recovery secara manual terhadap sistem, dan
4. Memberikan akses menuju ke data sentral.
MCC terdiri dari komponen-komponen berikut :
a.TAU (Test Access Unit)
TAU digunakan untuk melakukan pengetesan tertentu terhadap trunk dan line. TAU terdiri dari jack-jack untuk menghubungkan perangkat-perangkat pengetesan portable (misalnya voltmeter) dengan trunk circuits ataupun line circuits.
b. Pesawat telepon dengan loudspeaker-nya
Pesawat telepon dengan loudspeaker digunakan untuk komunikasi dengan sentral atau lokasi kerja di tempat lain.
c. ROP (Receive Only Printer)
ROP merupakan perangkat untuk mencetak report-report.
d. Video Display Terminal dengan keyboard-nya
Video Terminal dan keyboard adalah yang paling banyak digunakan untuk komunikasi dengan mesin. Video terminal tersebut menampilkan command dan report (input / output), dan keyboard merupakan alat untuk memasukkan perintah-perintah ke dalam sistem.
e. Office Alarm Unit
Office Alarm Unit merupakan perangkat untuk memberi tahu petugas tentang adanya error-error dengan cara memberikan tanda alarm baik visual maupun audible.

Rabu, 22 Oktober 2008

Inovasi 5ess

Bab I
Pendahuluan

1.1. Latar Belakang

Pada pelaksanaan operasional dan maintenance suatu sentral membutuhkan perangkat tambahan antara lain lampu penerangan pada tiap-tiap kabinet, dan penerangan yang memadai dapat membantu pelaksanaan penanganan gangguan lebih baik dan pada SM-2000 yang awalnya tidak terdapat penerangan sudah dapat dipenuhi pada inovasi
pertama dengan judul: ” Instalasi Penerangan Pada Row Kabinet SM-2000”.
Kondisi saat ini hal tersebut tidak efektif dan efesien karena lampu penerangan menyala seluruhnya pada satu row jika diaktifkan sehingga menyilaukan dalam membaca serial number, tipe modul dan pemborosan energi listrik serta mengakibatkan suhu ruangan bertambah panas.
Dengan adanya inovasi ”Terang Dan Hemat Listrik Pada Kabinet SM-2000 sentral 5ESS” kondisi tersebut di atas dapat dielimineer.
1.2. Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan inovasi ini adalah :
a. Memberikan kemudahan kepada petugas sentral 5ESS dalam melaksanakan Operasional dan Pemeliharaan serta mempercepat penanganan gangguan sentral khususnya dalam penggantian modul di SM-2000.
b. Menghemat enegi Listrik karena pada Inovasi ini penerangan hanya dikenakan pada kabinet yang memerlukan, bukan seluruh row seperti instalasi listrik pada row yang lain. Dan bila diperlukan seluruh lampu dalam row tersebut menyala, bisa dipenuhi. Disinilah letak hematnya.

I.3. Kualifikasi Inovator
Dalam pembuatan inovasi ini melibatkan petugas Sentral ArNet Gambir mulai dari indentifikasi masalah sampai Instalasi penerangan row cabinet SM2000 sentral 5ESS. Kualifikasi petugas yang telibat dapat dilihat dalam tabel berikut ini :
NO. N A M A PENDIDIKAN BAND
1. UNTUNG D1 / SWITCHING V1.1
2. IMAN PAMTK/ SWITCHING V1.1
3. BUDI JRTK / SWITCHING V11.2
4. HASANJRTK / SWITCHING V11.3

1.4. Ruang Lingkup

Instalasi Lampu Penerangan pada Kabinet Sentral 5ESS yang tertuang dalam inovasi ini masih dibatasi hanya SM2000 pada Sentral 5ESS saja.

1.5. Orisinalitas Inovasi dan Rencana Selanjutnya
Inovasi terang dan hemat listrik pada kabinet SM2000 Sentral 5ESS merupakan hasil pengembangan dari Inovasi penerangan lampu pada kabinet SM2000 Sentral 5ESS tahap pertama.
Pengembangan inovasi ini selain dapat mempercepat pelaksanaan Operasional dan Pemeliharaan serta mempercepat proses penanggulangan gangguan modul pelanggan maupun kontrol juga dapat menghemat energi listrik.
Penghematan energi listrik dapat dilihat dari lampu penerangan yang hidup yaitu hanya pada kabinet yang dibutuhkan.

Inovasi ini dapat dijadikan sebagai acuan pada sentral 5ESS khususnya pada Kabinet SM 2000 .

Bab II
Tahapan inovasi
2.1. Kondisi Eksisting
Kondisi Eksisting pada saat ini, penerangan pada kabinet SM-2000 saat switch on lampu menyala seluruhnya pada Row Kabinet tersebut (dari hasil inovasi tahap pertama). “Istalasi Penerangan Pada Row Kabinet SM-2000” seperti kondisi tersebut diatas dapat menyebabkan pemborosan energi atau inefesiensi sehingga dipandang perlu untuk melakukan penyempurnaan, dengan memodifikasi instalasi sedemikian rupa sehingga lampu penerangan satu row menjadi satu kabinet, atau pada kabinet yang dibutuhkan.
Kondisi Eksisting bila kita memrlukan melihat identitas atau serial number pada saan penanganan gangguan atau penggantian modul, maka akan menyilaukan pandangan dalam membaca serial number modul tersebut.





Gambar 2.1 : Kondisi Penerangan Row Sebelum Inovasi



Gambar 2.2 : Kondisi Penerangan Row Sebelum Inovasi


Gambar 2.3 : Kondisi Penerangan Row Sebelum Inovasi

Gambar 2.4 : Kondisi Penerangan Row Sebelum Inovasi


Gambar 2.5 : Kondisi Penerangan Row Setelah Inovasi Lampu Menyala Seluruhnya

Gambar 2.6 : Kondisi Penerangan Row Setalah Inovasi



Gambar 2.7 : Kondisi Penerangan Modul Setalah Inovasi Dengan Satu Lampu

2.2. Permasalahan Dan kendala
Kondisi eksisting ditemukan permasalahan dan kendala sebagai berikut:
a. Switch lampu kabinet kondisi on lampu menyala seluruhnya dalam satu row.
b. Dengan lampu seluruhnya pada satu row akan terjadi inefesiensi penerangan
c. Dengan lampu kabinet menyalanya dalam satu row akan meyilaukan dalam pembacaan serial number.


2.3. Hasil Solusi dan Lingkup Manfaat
Hasil :
Inovasi ini sudah diimplementasikan di ArNet 1 Gambir khusus sentral 5ESS Gambir 1 H.
Jangka Pendek :
Lebih efektif dalam penanganan gangguan dan serial number karena lampu penerangan tidak menyilaukan.
Jangka Panjang :
a. Lebih efesiensi dalam penggunaan energi listrik untuk lampu penerangan row
b. Bila inovasi ini diimplementasikan pada seluruh sentral, maka energi listrik yang digunakan akan lebih efesien dari sebelumnya, sehingga akan menekan cost.
Solusi
a. Memodifikasi instalasi lampu penerangan yang sudah ada
b. Menambah switch atau saklar pada masing-masing lampu per cabinet
Kemudahan
Inovasi ini sangat mudah diimplementasikan, mengingat :
a. Bahan mudah didapat di pasaran.
b. Harga terjangkau
c. Waktu instalasi cepat
d. Tidak memerlukan keahlian khusus, bagi kita personil sentral


Lingkup Manfaat
Dengan inovasi tahap kedua ini hasil yang didapat lebih efektif dan efesien dalam hal :
a. Pembacaan serial number modul tidak terkendala oleh lampu penerangan yang menyilaukan.
b. Pemakaian energi penerangan lebih efesien.
c. Dengan jumlah lampu yang menyala sedikit (diperlukan) maka panas yang ditimbulkan akibat lampu penerangan tersebut tidak mempengaruhi suhu ruangan sentral.

2.4. Business Opportunity

Value added
a. Dengan efektif dan efesien pemakaian listrik otomatis biaya pembayaran listrik akan berkurang.
b. Tanpa mengurangi aktivitas pelaksanaan penanganan gangguan.





Revenue
Dengan inovasi ini pembacaan serial number lebih mudah karena tidak silau, dalam satu row tetap dapat bila dibutuhkan lampu menyala seluruhnya dilakukan, misalkan dalam hal pelaksaan BIR.
Cost
Biaya yang dibutuhkan dalam pemasangan instalasi lampu penerangan Kabinet SM 2000 pada Sentral 5ESS adalah sebagai berikut : ( Terlampir ).

2.5. Kesinambungan dan Integrasi

Kesinambungan
Sejalan dengan perkembangan teknologi Telekomunikasi, inovasi ini sudah disesuaikan dengan kondisi di lapangan sehingga petugas operasional tidak mengalami kesulitan dalam mengimplementasikan alat penerangan tersebut..
Pengembangan
Inovasi ini dapat diimplementasikan pada seluruh jenis/tipe sentral, tidak terbatas pada tipe sentral 5ESS saja.

2.6. Etika
Inovasi ini adalah melengkapi dan menyempurnakan fungsi penerangan dalam Sentral.

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1.Kesimpulan
Dengan mengimplementasikan inovasi ini maka :
a. Lampu penerangan tidak menyilaukan pada saat pembacaan serial number
b. Hemat energi listrik
c. Suhu ruangan sentral tidak bertambah panas
d. Cost pembayaran listrik bekurang
3.2.Saran
Agar inovasi ini dapat diimplementasikan pada kabinet SM2000 Sentral 5ESS khususnya dan dapat diimplementasikan pada semua tipe sentral.

Jakarta, M e i 2008

UNTUNG BUDI IMAN H A S A N